Fakta Perumahan Syariah

Oleh: Mba Zee,Developer dan Konsultan Properti Syariah

Sahabat @properti_kprsyariah.id

 

Investasi Bodong atau property bodong perumahan syariah marak di siarkan di televisi Indonesia, sayangnya embel-embel syariah ikut mewarnai berita tersebut. Investasi bodong berkedok property syariah tersebut telah memakan banyak korban terdapat lebih dari 270 korban

Kasus tersebut mencuat setelah adanya laporan dari Para Korban yang mengaku di tipu. Modus penipuan ini dilakukan oleh Para Tersangka dengan menunjukkan lokasi-lokasi perumahan yang disebar dengan media brosur ataupun iklan di internet.

Alih-alih investasi menggiurkan, namun perumahan syariah tersebut tak kunjung dibangun, Pengembang pun tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaan lokasi, hingga pada akhirnya, korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib untuk menuntaskan kasus ini.

 

Fakta-fakta property/perumahan syariah

Kami tegaskan disini, bahwa kasus tersebut hanyalah oknum yang mengatas namakan syariah, karena pada saat awal proyek ditahun itu, sedang booming adanya property syariah. Mereka (Para Oknum), hanya mementingan hawa nafsu mereka saja, yang tidak berlandaskan dakwah dan pemahaman tentang pengembangan property syariah.

Fakta dilapangan, masih banyak Pengembang Property Syariah yang masih berpegang pada asas-asas dakwah, dan juga asas-asas property syariah, termasuk kami.

Asas-asas dakwah yang diterapkan oleh kami, meliputi:
1. Tanpa Riba,
2. Tanpa Denda,
3. Tanpa Sita,
4. dan Tanpa Akad Bathil.

danAsas-asas property syariah meliputi:

1. Legalitas Aman,
2. Progres pembangunan berjalan,
3. Adanya transparansi terkait lahan, bangunan, maupun skema bayar.

 

7 PERBEDAAN KPR SYARIAH VS KPR BANK SYARIAH VS KPR KONVENSIONAL

7 Perbedaan –  7 Perbedaan sederhana dari ketiga KPR tersebut bisa kita lihat dari proses transaksinya dan pihak yang bertransaksi. Dari Proses transaksinya harus memenuhi tiga syarat agar transaksi yang dijalankan sesuai dengan nilai-nilai Syariat Islam yaitu Bebas RIBA, Bebas GHARAR, dan Bebas ZHALIM.

Bebas RIBA artinya dalam transaksi yang terjadi harus sesuai dengan harga yang telah disepakati diawal, tanpa ada penambahan apapun.

Bebas GHARAR artinya barang yang diperjual-beikan adalah milik dari penjual barang dan barangnya harus jelas yang diperjual-belikan.

Bebas ZHALIM artinya dalam transaksinya penjual dan pembeli saling Ridho dan ikhlas sehingga kedua belah pihak saling menguntungkan satu sama lain serta tidak ada yang merasa dirugikan.

Berikut ini merupakan perbedaan antara KPR Syariah, KPR Bank Syariah, dan KPR Konvensional serta perhatikan baik-baik bagaimana transaksi yang mudah & cepat dari KPR Syariah…….

.

POINT PERTAMA– Pihak yang bertransaksi

>7 Perbedaan – KPR Syariah melibatkan hanya 2 pihak yang bertransaksi yaitu pihak pembeli dan Developer. Dalam trasaksinya sangat jelas karena langsung kepada pihak Developer pemilik barang sehingga barang yang diperjual-belikan sudah jelas.

>KPR Bank Syariah & KPR Konvensional melibatkan 3 pihak yang bertransaksi yaitu pihak pembeli, Developer, dan Bank. Dalam hal ini pihak Bank bukan sebagai pemilik barang tetapi hanya sebagai perantara dari pihak Developer sehingga pihak pembeli tidak mengetahui siapa pemilik barang yang sebenarnya.

POINT KEDUA– Barang Jaminan

>7 Perbedaan – Dalam KPR Syariah barang yang diperual-belikan bisa dijadikan sebagai barang jaminan, Akan tetapi Kepemilikan barang tetap menjadi pihak pembeli. Jika pihak pembeli benar-benar tidak sanggup lagi untuk melunasinya maka pihak pembeli harus menjualnya yang dibantu dengan pihak developer serta uangnya akan dikembalikan seutuhnya.

>KPR Bank Syariah mewajibkan barang yang diperjual-belikan dijadikan sebagai barang jaminan sehingga jika pihak pembeli tidak sanggup lagi untuk melunasi cicilannya maka pihak Bank Syariah akan mengusir pihak pembeli dari rumahnya dan mengambil alih rumah tersebut.

>KPR Konvensional tidak jauh berbeda dengan KPR Bank Syariah. Namun, terkadang lebih berbuaat ZHALIM kepada pihak pembeli karena bukan hanya rumah saja yang harus dijadikan barang jaminan, akan tetapi pihak pembeli harus melunasi hutangnya.

POINT KETIGA– System Denda

>7 Perbedaan – KPR Syariah dalam transaksinya tidak ada Denda jika pihak pembeli terlambat dalam melakukan pembayaran cicilan. Jika pihak pembeli tidak bisa membayar selama 1 bulan maka pihak pembeli bisa membayarkannya dibulan berikutnya sehingga memudahkan pihak pembeli dalam bertransaksi.

>KPR Bank Syariah dan KPR Konvensional wajib menerapkan Denda apabila pihak pembeli telat dalam melakukan pembayaran cicilan, dan total Denda yang dibayarkan jumlahnya bisa sangat besar sesuai dengan jangka waktu keterlambatannya.

POINT KEEMPAT– System Sita

>7 Perbedaan – KPR Syariah tidak melakukan SITA apabila pihak pembeli tidak dapat melanjutkan pelunasan pembayaran cicilannya. Akan tetapi hal yang dilakukan adalah bermusyawarah dengan pihak pembeli terlebih dahulu sehingga memudahkan pihak pembeli untuk menyelesaikan permasalhannya.

>KPR Bank Syariah dan KPR Konvensional wajib merapkan SITA jika memang pihak pembeli tidak dapat lagi melunasi pembayaran cicilan rumahnya.

POINT KELIMA– System Penalty

>7 Perbedaan – KPR Syariah tidak menerapkan Pinalty apabila pihak pembeli ingin melunasi cicilannya.

>KPR Bank Syariah dan KPR Konvensional menerapkan Pinalty apabila pihak pembeli ingin melunasi cicilannya sehigga ini termasuk ke dalam RIBA karena ada biaya tambahan dalam transaksi yang telah disepakati.

POINT KEENAM- System Asuransi

>KPR Syariah tidak menggunakan Asuransi dalam transaksinya dengan pihak pembeli. Hal ini dilakukan karena Asuransi menurut kami adalah GHARAR karena tidak ada kejelasan dalam transaksinya.

>KPR Bank Syariah dan KPR Konvensional masih menggunakan Asuransi sehingga ada biaya-biaya tambahan tertentu yang harus dibayarkan pihak pembeli..

POINT KETUJUH– System BI Checking

>KPR Syariah tidak menerapkan BI Checking kepada pihak pembeli karena itu membatas

 

Pilih syariah atau konvensional?

Dalam perkembangannya saat ini masyarakat pelan –pelan sudah mulai beralih dari rumah konvensional ke rumah syariah. Masyarakat mulai sadar akan bahaya dan dosa besarnya riba. Namun, beberapa masih bertanya – tanya, apa bedanya rumah  syariah dan rumah konvensional. Perbedaan ini dapat dilihat dari proses jual belinya, atau yang biasa disebut dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Lalu apa yang membedakan KPR Syariah dan KPR Konvensional

Berikut ini beberapa poin yang membedakan KPR Konvensional dan KPR Syariah:

KPR Konvensional
• Syarat dan ketentuan ditetapkan bank pemberi kredit
• Suku bunga disesuaikan dengan naik-turunnya BI rate atau kebijakan bank
• Apabila konsumen terlambat atau menunggak pembayaran akan dikenakan sanksi berupa denda
• Tenor berkisar 5 – 25 tahun

KPR Syariah
• Menggunakan prinsip akad Murabahah (jual-beli)
• Tidak mengenal sistem bunga sehingga cicilan tetap selama masa tenor
• Jika konsumen terlambat atau menunggak pembayaran, tidak akan didenda
• Tenor berkisar 5 – 15 tahun

Terlihat jelas bukan perbedaannya???
Jadi mau tetap memilih perumahan konvensional atau perumahan syariah?

     Dalam proses pembelian rumah syariah juga bisa dibilang sistemnya mudah dan tidak rumit. Alurnya sederhana.
Jika sudah menentukan perumahan syariah mana yang menjadi impian anda, anda tinggal melakukan survei ke lokasi ditemani oleh sales marketing yang sudah disiapkan untuk membantu memenuhi informasi yang anda butuhkan. Setelahnya anda dapat menentukan unit mana yang anda pilih untuk menjadi hunian anda dan kemudian booking unitnya. Proses selanjutnya adalah verifikasi data dengan developer. Jika semua sudah beres, proses terakhir adalah akad. Dan kewajiban anda selanjutnya adalah melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan ketika akad.
Mudah sekali!Tanpa 7T. 100% Syariah. 100% tanpa riba.

 

Kenapa perumahan syariah?

Gaya hidup halal saat ini sedang banyak diminati masyarakat. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan gaya hidup yang sesuai syariat Islam mulai terbangun, tanpa terkecuali dalam dunia property atau biasa orang pahami sebagai hunian atau rumah. Beberapa mungkin sudah paham tentang apa itu rumah syariah.
Tapi banyak juga yang belum mengetahui apa itu rumah syariah, dan apa bedanya dengan rumah konvensional.

Rumah syariah jika disederhanakan pengertiannya adalah rumah yang proses jual belinya dengan menggunakan akad-akad yang sesuai dengan syariah, atau sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Islam. Yang mana dalam proses jual beli tersebut 100% bersih dari riba dan 100% sesuai dengan ketentuan islam (syariah)

Riba itu sendiri bagi ummat islam adalah sesuatu yang sangat tidak disukai Allah Subhanahu Wata’ala. Riba juga bukan hanya mencekik orang di dunia saja, tapi juga sampai di akhirat

Tertuang dalam Al-Qur’an, Surat Ali Imron Ayat 130,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”

Allah Subhanahu Wa ta’ala katakan, bagi mereka yang beriman agar menjauhi riba dan tidak memakan atau menggunakan sesuatu yang didalamnya terdapat riba.
Dalam perumahan syariah menerapkan 7 konsep anti riba yang disederhanakan menjadi 7T.
Antara lain adalah:
– Tanpa KPR Bank
– Tanpa Riba
– Tanpa Sita
– Tanpa Denda
– Tanpa Biaya Asuransi
– Tanpa Akad Bathil (murni jual beli)
– Tanpa BI Checking

Dengan konsep 7T ini In Syaa Allah masyarakat akan terbebas dari jeratan bahaya riba dan beralih ke perumahan syariah yang 100% proses jual belinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Islam.

 

Alur Pembelian di Perumahan Syariah
     KPR Syariah dibandingkan dengan KPR lainnya seperti KPR Bank Syariah dan Bank Konvensional memiliki alur pembelian yang berbeda. Salah satu yang paling menonjol adalah cepat dan mudahnya ketika kita membeli rumah. Dibawah ini akan dijelaskan alur pembelian yang cepat dan mudah di KPR Syariah.

Cuma di perumahan syariah aja bisa beli rumah dengan cepat dan mudah..!! 

Alur Pembelian – Alhamdulillah Anda sekarang bisa punya Property dengan proses yang Cepat & Mudah di KPR Syariah tanpa harus diribetkan dengan persyaratan yang bisa bikin kepala pusing dan penat.

Nah dengan Anda membaca tulisan singkat ini maka Anda akan paham kenapa di KPR Syariah Propses Pembeiannhya sangat Mudah & Cepat..

Penasaran ya 

Langsung aja baca pelan-pelan dan simak dengan baik…
CEKIDOT…

1. SURVEI LOKASI
>Pertama-tama Anda baiknya melakukan Survey ke lokasi rumah yang Anda Inginkan bersama Sales Executive perwakilan Developer agar dijelaskan secara jelas & detail keunggulan rumah.

2. BOOKING
>Nah jika Anda tertarik dengan Rumah serta mengetahui keunggulan & kekurangannya setelah menerima penjelasan detail dari Sales Executive perwakilan Developer maka selanjutnya Anda bisa langsung BOOKING Fee. Dan enaknya uang Anda akan kembali 100% bila tidak jadi beli.

3. KUMPULKAN & KIRIM DATA
> Jika sudah BOOKING Fee maka Anda harus melengkapi persyaratan yang telah ditentukan serta persyaratannya pastinya sangat mudah salah satunya Tanpa BI Checking.

4. INTERVIEW & VERIFIKASI
> Seminggu kemudian Anda akan bertemu dengan Pihak Developer langsung untuk proses interview & verifikasi.

5 AKAD & JUAL BELI
> Setelah sudah terjadi kesepakatan antara Anda dan Pihak Developer maka akan langsung dilakukan proses Akad Jual Beli.

6. Pembayaran DP dan Cicilan
> Akad Jual Beli beres Anda bisa langsung membayarkan DP & Cicilan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati.

7. Serah Terima Bangunan
> DP lunas maka kepemilikan rumah sudah sah seutuhnya menjadi milik Anda.

8. Miliki Rumah Anda
> DP & Cicilan Anda sudah lunas maka anda sudah berhak mendapatkan PPJB/AJB, Sertifikat SHM & IMB.

Mudah & Cepat banget bukan prosesnya ???
Sekarang adalah waktu yang tepat…
Segera tinggalkan KPR Bank Syariah & Konvensional..

 

hati-hati dalam memilih property, cek dulu legalitasnya berikut tips sebelum membeli property syariah

FAQ Perumahan Syariah

 

-Sertifikat perumahan Syariah apakah dijaminkan?

Insya Alloh, konsep kami adalah 100% syariah dan tidak akan menerapkan akad bathil. Termasuk tentang jaminan, dimana dalam syariat Islam tidak boleh ada jaminan untuk obyek yang diperjual belikan.

Lalu kemana sertifikatnya kalau sudah jadi ?Sertifikat akan kita titipkan di notaris dan diambil ketika pembayaran cicilan selesai.

 

-Katanya perumahan syariah tapi kok pembayarannya masih menggunakan transfer bank?

Bapak/ibu, saat ini belum ada bank yang menerapkan sistem syariah murni. Jadi kita gunakan baik bank syariah yang sudah ada maupun bank konvensional hanya untuk mempermudah transaksi. Jadi hal ini sifatnya terpaksa dan Insya Alloh tidak menjadi dosa.

 

Kalau kita beli rumah dengan cara di cicil di perumahan syariah, kemudian dalam perjalanan dilakukan pelunasan dipercepat apakah akan di kenakan pinalty?

Alhamdulillah, jika dalam perjalanan mencicil kemudian bapak/ibu ada rejeki dan ingin

melakukan pelunasa lebih cepat, maka tidak akan dikenakan pinalti. Karena pinalti tersebut

termasuk ke dalam akad bathil, yang tentu saja tidak sesuai dengan akad syar’i.

 

Kalau pembayaran telat, kok bisa tanpa denda, tanpa sita di perumahan syariah?

Harus bapak/ibu ketahui, bahwa akad kita adalah akad syar’i dan menerapkan konsep 100% syariah. Dimana denda dan sita unit merupakan salah satu yang tidak sesuai dengan konsep syariah, maka kami tidak melakukan hal tersebut. Adapun jika bapak/ibu tidak sanggup lagi melanjutkan cicilan maka ada 2 opsi yang akan kami lakukan, yaitu :

  • Membeli kembali dengan harga pasar, kemudian setelah uang pembelian itu bapak/ibu sudah terima maka bapak/ibu harus membayar sisa hutang bapak/ibu kepada developer.
  • Di jual ke pihak ke 3, kemudian jika ada kelebihan dari sisa penjualan tersebut maka uang tersebut adalah milik bapak/ibu.

 

Bagaimana jika membeli perumahan syariah dan  sudah akad dan DP tiba-tiba di tengah jalan memutuskan untuk mundur, itu bagaimana?

  • Dalam Islam, terkait jual beli Istishna’ (Pesan Bangun) tidak ada Khyar Syarat (misal : dalam tempo 5 bulan, pembeli bisa memutuskan untuk membatalkan pembelian karena tidak cocok), yang ada adalah Khyar Majelis (selama dalam majelis, akad boleh dibatalkan, dan ketika sudah keluar majelis, maka akad mengikat ke dua belah pihak), sehingga ketika sudah ditandatanganinya surat kesepakatan pemesanan unit, maka KEDUA BELAH PIHAK tidak dapat membatalkan. PIHAK PERTAMA berkewajiban menyelesaikan unit pesanan, dan PIHAK KEDUA berkewajiban membayar unit pesanan sesuai dengan harga yang sudah disepakati.
  • Apabila terjadi pembatalan, maka sesuai dengan hukum pembatalan yaitu harus ada ganti rugi oleh pihak yang membatalkan, karena pihak yang membatalkan telah terkena hukum dosa akibat telah ingkar janji dan tentunya berkewajiban untuk mengganti rugi kepada pihak yang lain.

Sehingga pembatalan oleh PIHAK KEDUA akan di kenakan potongan dengan presentase tertentu dari pembayaran yang telah disetorkan. Sisa uang pembayaran harus di kembalikan oleh PIHAK PERTAMA dalam kurun waktu tertentu. Biasanya presentase pemotongan oleh PIHAK PERTAMA akan memperhitungkan jasa yang telah di keluarkan di tambah biaya-biaya yang telah di keluarkan PIHAK PERTAMA sehubungan usaha untuk menyelesaikan pesanan PIHAK KEDUA.

Pemotongan ini Insya Alloh tidak termasuk dalam RIBA, karena Riba itu secara bahasa adalah Az-Ziadah atau tambahan atas harta pokok (hutang), sedangkan potongan ini adalah pengurangan harta sehubungan atas ganti rugi biaya yang di keluarkan oleh PIHAK PERTAMA.

 

Temukan update-an terbaru seputar properti info properti syariah, update Infrastruktur dll dalam :

Instagram : @properti_kprsyariah.id

Salam Ukhuwah,

  • Mba Zee, 0856-7089-849
  • Konsultan Dan Developer Properti Syariah-JKT12
  • FASTRESPONSE CHAT : 0896-3790-9173
maps logo

Mumtazah Konsultan Properti

Mumtazah Konsultan Properti Syariah adalah Konsultan Beli Rumah Secara Syariah Terpercaya.